Masuk

Ingat Saya

NKRI Harga Mati, Teroris layak dihukum mati

Terorisme sepertinya sudah lumrah disangkutpautkan dengan ideologi, padahal gak selamanya seperti itu. Ironisnya penggiringan opini kadang hanya mengarah pada satu kelompok tertentu, blow up media pun seperti itu. Padahal di barat sana sering kita dengar berita penembakan di sekolah, penculikan dan penyanderaan yang justru dilakukan oleh orang-orang yang gak ada hubungannya dengan masalah ideologi. Rata-rata karena faktor kelainan jiwa.
Terorisme di Indonesia mulai marak beberapa dekade terakhir, gak murni dilakukan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Bahkan kita ketahui, dua buronan gembong teroris besar yang akhirnya ditembak mati dalam operasi anti teror bebeberapa tahun lalu justru berasal dari negeri tetangga.
Ini artinya teroris bisa datang dari mana saja, dan dengan motif apa saja. Bentengi diri sendiri mulai dari lingkup keluarga, itu yang utama. Tanamkan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya damai dan mengasihi sesama. Pemahaman moral dan agama yang didapat di luar itu jelas perlu, tapi pendidikan karakter dari orangtua gak kalah pentingnya, mengingat anaklah yang kelak akan tumbuh menjadi pemuda harapan keluarga dan lingkungannya.
Saat ini, di tangan pemuda tersimpan peranan besar dalam tindakan dan penanggulangan terorisme. Satu contoh saja, kampanye viral anti terorisme via medsos yang efektif menyentuh semua kalangan rata-rata dilakukan oleh anak muda kreatif. Tinggal bagaimana mengarahkan dan membentuk kelompok-kelompok serta tim yang solid dalam sebuah gerakan. Menyatukan visi dalam memberantas terorisme sebagai momok yang meresahkan kedaulatan.

NKRI Harga Mati. Teroris layak dihukum mati
#DamaiDalamSumpahPemuda

Dengan